Sabtu, Juni 12, 2021
Beranda Peraturan Sistem Pertandingan Teni Meja

Sistem Pertandingan Teni Meja

Berikut ini adalah sistem pertandingan tenis meja yang bisa diterapkan pada sebuah ajang kompetisi resmi, baik sifatnya lokal, nasional, maupun internasional.

Simak juga aturan skor, aturan pemain tunggal dan ganda, serta petugas (wasit) yang berperan penting dalam jalannya pertandingan tenis meja.

Sistem Pertandingan Teni Meja

1. Sistem Eliminasi

Pertandingan tenis meja pada umumnya menggunakan sistem eliminasi tunggal dengan aturan sebagai berikut:

  • Pada tahap pertama dari setiap pertandingan, pemain dibagi menjadi empat kelompok. Misalnya, jika ada 8 orang pemain, maka akan ada 2 orang pemain dalam tiap kelompok. Dari tiap kelompok akan diambil satu orang pemenang untuk diadu lagi hingga tersisa 4 orang saja.
  • Pada tahap terakhir, pemenang dan runner-up akan diadu untuk menentukan juara pertama.

2. Sistem Kompetisi Penuh

Di bawah ini adalah contoh sistem pertandingan tenis meja yang menggunakan kompetisi penuh dan peraturan yang ada di dalamnya.

Setiap kontingen berpartisipasi di 2 nomor pertandingan yang terdiri dari:

  • Tunggal bebas
  • Ganda putra

Jika jumlah tim kurang atau sama dengan 5 maka:

  1. Sistem pertandingan yang digunakan adalah kompetisi penuh.
  2. Sistem hitungan yang digunakan adalah best of five dengan angka kemenangan 11 rally point.
  3. Jika jumlah tim lebih dari 5 dan kurang atau sama dengan 8 maka:
    – Sistem pertandingan yang digunakan adalah setengah kompetisi.
    – Sistem hitungan yang digunakan adalah best of five dengan angka kemenangan 11 rally point.
  4. Jika jumlah tim lebih dari 8 maka:
    – Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur.
    – Sistem hitungan yang digunakan adalah best of five dengan angka kemenangan 11 rally point.
  5. Apabila poin peserta seri (10-10) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yang pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
  6. Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.
  7. Poin akan bertambah bagi lawan bila terjadi dobel (bet pingpong menyentuh meja).
  8. Saat servis, bila bola mengenai net kemudian masuk maka servis diulang.
  9. Saat servis, bila bola mengenai net kemudian tidak masuk, berarti tambahan poin untuk lawan .
  10. Netting kedua berarti tambahan poin bagi lawan. Pindah bola tiap dua poin.
  11. Khusus untuk permainan ganda servis harus menyilang. Kalau servisnya masuk ke bagian yang salah (salah kamar), berarti tambahan poin untuk lawan.
  12. Setiap peserta diwajibkan untuk membawa bet pingpong sendiri-sendiri. Bola disediakan.
  13. Di luar dari aturan yang tertera di sini, peraturan permainan mengikuti peraturan internasional.

Perolehan Skor

Perhitungan poin tenis meja

Pada permainan tenis meja berlaku sistem rally point. Pemain berpindah tempat setelah perebutan lima skor. Permainan dimenangkan oleh pemain yang berhasil mengumpulkan skor 11 dalam 2 babak.

Jika setelah 2 babak kedudukan pemain sama kuat (seri 1-1), maka pertandingan dilanjutkan dengan babak 3. Babak 3 ini merupakan babak terakhir dan menentukan kemenangan.

Jika skor kedua pemain masih sama sampai kedudukan skor10-10,maka pertandingan diperpanjang sampai diperoleh selisih dua angka (deuce).

Sistem penilaian dengan skor 11 ini baru diberlakukan sejak tahun 2001. Sebelumnya, ITTF menerapkan sistem penilaian dengan skor 21.

Skor diperoleh pemain pada kondisi berikut:

  1. Jika lawan gagal melakukan servis.
  2. Jika lawan gagal mengembalikan bola.
  3. Jika bola yang diberikan lawan jatuh di luar garis tepi atau di luar meja.
  4. Jika lawan memukul bola dua kali berturut-turut.
  5. Jika lawan menggoyang meja.
  6. Jika lawan menyentuh net.
  7. Jika tangan lawan yang tidak memegang raket menyentuh permukaan meja.

Skor harus ditampilkan hingga dapat dilihat oleh pemain dan penonton.

Pertandingan Tenis Meja

Pertandingan Tenis Meja

Pertandingan tenis meja dapat dibedakan menjadi permainan tunggal dan permainan ganda.

Pada permainan tunggal, pertandingan berlangsung antara dua orang pemain. Sedangkan pada permainan ganda, pertandingan berlangsung antara dua pasang pemain.

Jadi, terdapat empat orang pemain dalam permainan ganda. Aturan yang diberlakukan untuk permainan tunggal dan ganda pada umumnya sama.

Namun, terdapat perbedaan dalam beberapa hal, misalnya aturan untuk melakukan servis.

Permainan Tunggal

Pemain diperbolehkan berlatih saling melemparkan pukulan selama 2 menit sebelum pertandingan dimulai.

Sebelum pertandingan, dilakukan undian untuk memilih server/receiver atau tempat bagi pemain. Undian dapat dilakukan dengan melempar koin.

Pemain yang menang undian berhak menentukan siapa yang menjadi server pertama kali atau memilih ujung meja tempat bermain. Kemudian pemain berdiri di tempat yang sudah dipilih. Pemain berdiri di belakang meja dan bersiap-siap.

Pertandingan diawali dengan servis bola oleh server. Bola diletakkan di telapak tangan di atas meja. Tangan yang satunya lagi memegang bat dan siap memukul bola. Bola harus dapat terlihat oleh wasit dan lawan.

Server lalu melemparkan bola ke atas dan memukulnya setelah bola turun. Permainan dimulai sejak bola dilemparkan.

Saat servis, bola diarahkan ke meja lawan. Bola harus dipantulkan di meja server terlebih dahulu sebelum melewati net dan mengenai meja lawan.

Jika karena suatu kondisi wasit memutuskan let, maka permainan dihentikan dan servis diulang. Pada kasus ini tidak diberikan penalti.

Saat servis berhasil, lawan akan berusaha mengembalikan bola. Bola harus dikembalikan sebelum pantulan kedua.

Skor akan diberikan kepada pihak lawan jika terjadi kesalahan oleh server, antara lain:

  • Bola menyentuh net dan tidak jatuh di meja lawan.
  • Bola memantul dua kali di meja server.
  • Server tidak memukul bola setelah bola jatuh di atas meja server.
  • Setelah melakukan servis, bola masih berada di meja server.
  • Server memukul bola sebelum bola jatuh/memantul di atas meja server (volley).
  • Bola dipukul dua kali oleh server.
  • Bola mengenai bagian lain dari bat.
  • Bola tidak memantul pada meja lawan.
  • Server meletakkan tangan yang bebas di permukaan meja.

Servis dilakukan bergantian setiap perolehan dua angka, tanpa melihat siapa yang memenangkan rally. Pergantian berlangsung sampai akhir pertandingan, kecuali sampai kedua pemain telah mendapat skor 10-10 dan diberlakukan expedite system.

Ketika rally, skor diperoleh jika pemain dapat menempatkan bola di daerah lawan, dan lawan tidak dapat mengembalikan bola tersebut.

Dalam hal ini, skor diperoleh karena lawan melakukan kesalahan. Kesalahan tersebut antara lain:

  • Lawan tidak berhasil mengembalikan bola.
  • Lawan menempatkan bola ke luar meja.
  • Lawan memukul lebih dari satu kali (double).
  • Lawan menyentuh net.
  • Lawan menghalangi bola.
  • Lawan (termasuk benda yang digunakan atau dibawa oleh lawan) menggerakkan permukaan meja.
  • Lawan (termasuk benda yang digunakan atau dibawa oleh lawan) menyentuh net dan penyangganya.
  • Tangan lawan yang tidak memegang bat menyentuh permukaan meja.

Pertandingan berhenti sampai salah satu pemain mencapai skor 11 dengan selisih dua angka, atau kedua pemain telah mencapai skor 10.

Jika kedudukan sama seperti itu, maka servis dilakukan bergantian setiap perolehan satu angka sampai salah satu pemain mendapat dua angka lebih banyak.

Setiap selesai game, pemain bertukar tempat, dan pada game ke-5 atau ke-7, pemain bertukar tempat saat pemain pertama mencetak skor 5.

Permainan Ganda

Tenis meja ganda
ittf.com

Pada dasarnya, aturan untuk permainan ganda banyak memiliki persamaan dengan permainan tunggal. Namun, terdapat beberapa perbedaan dalam beberapa hal, yaitu:

  1. Servis harus dilakukan dari meja bagian kanan si pemain. Bola diarahkan ke bagian kanan lawan.
  2. Servis dilakukan dengan arah diagonal.
  3. Setiap pemain harus melakukan servis.
  4. Pasangan yang mendapat giliran servis pertama harus menentukan siapa salah satu dari mereka yang melakukan servis pertama kali.
  5. Pasangan yang mendapat giliran menerima (receive) pertama, harus menentukan siapa salah satu dari mereka yang menerima bola pertama kali.
  6. Setiap pergantian, pemain yang semula menjadi server berganti peran menjadi receiver. Begitu pula sebaliknya, pemain yang semula menjadi receiver berganti peran menjadi server.
  7. Setiap pemain harus memukul bola secara bergantian.

Dalam permainan ganda, ruang gerak menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik dan kecocokan watak antara kedua pemain.

Selain itu juga harus saling mengisi dalam gaya permainan. Pasangan ganda yang tangguh memiliki saling pengertian satu sama lain saat di lapangan, dan dapat menutupi kesalahan dan kelemahan pasangannya.

Pemain ganda sepakat untuk mundur bergantian ketika pasangannya maju untuk mengembalikan bola. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pemain ganda, yaitu:

  1. Setelah melakukan pukulan, pemain A mundur ke arah samping. Pemain B ini maju ke depan.
  2. Setelah melakukan pukulan, pemain A bergerak pindah ke belakang pemain B.

Cara-cara di atas bertujuan memberi ruang gerak dekat meja bagi pasangannya, yaitu pemain B. Cara-cara tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi permainan.

Pasangan yang ideal adalah jika pemain A yang menggunakan forehand, berpasangan dengan pemain B yang menggunakan backhand.

Dengan demikian, masing-masing pemain tidak perlu mengitari pasangannya terlalu jauh.

Saat pertandingan berlangsung, pemain A tersebut akan mengambil posisi di tengah meja ketika melakukan atau menerima servis. Sedangkan pemain B menunggu agak ke kanan di belakang pemain A.

Bila pemain B sedang melakukan atau menerima servis, maka pemain B berdiri di luar sudut kanan, sedangkan pemain A menunggu di sebelah kiri pemain B.

Pasangan ideal lainnya adalah pasangan pemain kidal dan pemain yang tidak kidal. Masing-masing pemain tersebut dapat melakukan pukulannya yang terkuat tanpa perlu bergerak pindah ke belakang pasangannya.

Berbeda dengan permainan tunggal, pada permainan ganda posisi awal pemain tidak berada lurus dengan garis tengah meja. Hal ini bertujuan agar tidak menghalangi pasangan untuk melihat bola.

Sikap badan sebaiknya menyamping ketika memukul. Gerakan kaki harus lincah dan mantap. Mengingat ruang gerak yang sangat terbatas saat permainan ganda, maka gerakan harus sesedikit mungkin.

Pemain ganda yang baik akan mengumpan lawan supaya memberi pengembalian bola yang disukai pasangannya.

Permainan harus diarahkan, sehingga dapat memperoleh kekuatan dari permainan pasangan dan memanfaatkan kelemahan lawan.

Petugas di Lapangan

Wasit dan petugas lapangan tenis meja
mtta.ca

1. Hakim Garis

Hakim garis bertugas memutuskan apakah bola yang mengenai tepi meja benar-benar masuk atau keluar tepi meja.

2. Penghitung Pukulan

Penghitung pukulan hanya bertugas pada sistem ekspedit (expedite system).

3. Wasit (Umpire)

Wasit adalah orang yang bertanggung jawab atas berlangsungnya pertandingan dengan adil. Wasit berada pada jarak 2-3 m dari meja. Posisi wasit lurus dengan garis net.

Wasit dapat duduk pada kursi yang lebih tinggi dari meja tenis ataupun berdiri. Dengan demikian, wasit dapat melihat garis tengah dengan jelas.

Syarat untuk menjadi seorang wasit tenis meja, antara lain:

  • Wasit harus berpakaian rapi dan bertingkah laku baik.
  • Wasit harus dapat mengambil keputusan dengan cepat.
  • Bertindak bijaksana menghadapi berbagai situasi.
  • Memahami suasana menekan yang dialami pemain ketika bertanding.
  • Dapat memaafkan pelanggaran yang kecil sekali atau yang tidak jelas.
  • Tidak boleh menunjukkan kelemahan atau keragu-raguan. Sikap lemah dan ragu-ragu dapat menghilangkan kepercayaan pemain dan mengusik kegembiraan penonton.
  • Harus tegas dan berwibawa.

Berikut ini beberapa tugas wasit tenis meja selama pertandingan:

  • Wasit bertugas memastikan kelengkapan pakaian, tinggi net, dan atribut lain.
  • Wasit harus memastikan bahwa mikrofon, alat amplifier (jika disediakan), dan peralatan lain dapat berfungsi dengan baik.
  • Wasit memimpin undian untuk menentukan server dan receiver.
  • Wasit harus mencatat nama pemain yang pertama kali melakukan servis.
  • Dalam permainan ganda, wasit mencatat nama pemain yang pertama kali menjadi receiver.
  • Sebelum pertandingan dimulai, wasit mengumumkan nama-nama peserta, jenis pertandingan, dan babak yang diikuti, serta jumlah game yang akan dimainkan.
  • Wasit memutuskan apakah rally dinilai (skor) atau tidak (let).
  • Setiap game berakhir, wasit mengumumkan skor. Skor diumumkan dengan teliti, jelas, dan tepat pada waktunya.
  • Wasit harus segera menyebutkan skor setelah bola keluar dengan lebih dulu menyebut skor bagi server, kemudian skor bagi receiver.
  • Saat pergantian servis, wasit harus menukar urutan skor dan menambahkan nama server yang baru.
  • Wasit mengajukan expedite system pada waktu yang tepat.
  • Di akhir pertandingan, wasit mengumumkan hasil pertandingan.

Selama pertandingan berlangsung, wasit lebih banyak menggunakan isyarat dengan tangan, seperti berikut ini:

  • Ketika pemain mencetak skor, wasit mengangkat lengannya yang lebih dekat ke pemain yang mencetak skor tersebut. Lengan atas diangkat mendatar setinggi bahu. Lengan bawah tegak lurus terhadap lengan atas dan diarahkan ke atas.
  • Saat let, wasit mengangkat tangannya ke atas kepala untuk menunjukkan bahwa permainan berakhir.
  • Ketika seorang pemain diperingatkan atas sikap buruknya di lapangan, maka akan ditandai dengan penanda berwarna kuning.

4. Asisten Wasit

Asisten wasit bertugas mendampingi wasit. Saat pertandingan berlangsung, asisten berada di sisi yang berseberangan dengan wasit dan saling berhadapan.

Tanggung jawab asisten wasit, yaitu:

  • Memutuskan apakah bola menyentuh ujung permukaan meja.
  • Memberitahukan wasit tentang pelanggaran terhadap peraturan yang ada.

Sedangkan, tanggung jawab bersama antara wasit dan asisten wasit, antara lain:

  • Memutuskan apakah servis yang dilakukan sudah sah. Memutuskan apakah bola menyentuh net pada saat servis.
  • Memutuskan apakah pemain menyentuh bola. Memutuskan apakah kondisi permainan terganggu sehingga dapat memengaruhi rally.
  • Menentukan waktu latihan sebelum pertandingan, waktu pertandingan, dan waktu jeda di tengah-tengah pertandingan.

WAJIB BACA