Sabtu, Juni 12, 2021
Beranda Teknik Teknik Dasar Permainan Tenis Meja

Teknik Dasar Permainan Tenis Meja

Ada beberapa teknik dasar tenis meja yang perlu dikuasai oleh pemain.

Pada permainan tenis meja, perolehan skor ditentukan dari kemampuan mengendalikan bola. Oleh karena itu, ada beberapa teknik dasar tenis meja yang perlu dikuasai oleh pemain.

Adapun teknik dasar dalam permainan tenis meja, yaitu sebagai berikut:

  1. Sikap berdiri
  2. Gerakan kaki (footwork)
  3. Teknik melempar bola
  4. Teknik memegang bat
  5. Teknik mengayunkan bat
  6. Teknik memukul bola pendek
  7. Teknik memukul bola jauh (lob)
  8. Teknik memutar bola (spin)

Permainan dipengaruhi oleh sikap berdiri yang benar dan gerakan kaki yang lincah. Pemain juga perlu memerhatikan cara memegang bat yang benar.

Teknik dasar tenis meja lain yang menentukan kemenangan adalah cara melempar dan memukul bola. Dan yang menarik adalah dalam permainan tenis meja kita dapat menghasilkan bola yang berputar.

Simak penjelasan selengkapnya masing-masing di bawah ini.

Sikap Berdiri

Sikap Berdiri Pemain Tenis Meja

Sikap berdiri yang baik akan mendukung gerakan kaki yang gesit. Sebelum pertandingan dimulai, kita perlu mengambil ancang-ancang.

Sikap berdiri saat ancang-ancang ditujukan untuk menjaga keseimbangan dengan cara berikut:

  • Tubuh dicondongkan ke depan.
  • Kaki direnggangkan selebar bahu.
  • Kedua telapak kaki membentuk sudut 90°.
  • Ujung kaki mengarah ke luar.
  • Kedua lutut ditekuk membentuk sudut 135°.
  • Berat badan bertumpu pada kaki bagian depan.
  • Sikap tubuh harus rileks, tetapi waspada.
  • Jarak tubuh ke meja adalah sejauh satu lengan. Ujung bat dapat menjangkau ujung meja.

Posisi kaki saat berdiri dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Square stance: Posisi kaki sejajar dengan badan menghadap ke meja.
  2. Side stance: Posisi kaki zig-zag, yaitu satu kaki di depan kaki yang lainnya. Jadi, pada posisi ini badan menyamping.
  3. Open stance: Posisi ini merupakan modifikasi dari side stance. Kaki diletakkan di depan kaki yang satunya. Posisi ini digunakan untuk backhand block.

Saat melakukan pukulan, sikap berdiri sebaiknya menyamping ke depan. Ketika melakukan forehand, bahu dan kaki kiri di depan.

Sedangkan untuk pukulan backhand, bahu dan kaki kanan yang diletakkan di depan. Setiap selesai melakukan pukulan, posisi tubuh harus kembali ke tengah-tengah meja.

Gerakan Kaki (Footwork)

Pertandingan Tenis Meja

Pemain harus memerhatikan gerakan kaki untuk menghasilkan pukulan yang optimum. Gerakan lain yang tidak perlu hanya membuang waktu dan energi.

Selain itu, lawan dapat mengetahui dan memanfaatkan kelemahan kita dengan arah pukulan yang berlawanan dengan arah gerakan kita.

Pada umumnya, pemain menggeser dan menyeret kaki ke samping ketika bergerak. Dengan demikian, pemain selalu menghadap meja. Ini sangat penting ketika bola datang dengan sangat cepat.

Gerakan kaki ini berupa langkah pendek. Secara bersamaan, berat badan pindah ke kaki yang melangkah lebih dulu.

Misalnya, jika ingin bergerak ke kanan, maka kaki kanan digeser ke kanan. Berat badan bertumpu pada kaki kanan. Kaki kiri juga ikut digeser. Gerakan harus dilakukan pada saat yang tepat.

Jika bergerak terlalu awal, maka lawan akan menyadari dan memanfaatkan momen ini dengan pukulan yang tidak kita perkirakan sebelumnya. Kemungkinan yang terjadi adalah kita terlambat meraih bola.

Perhatikan lawan ketika lawan bersiap memukul. Sementara itu, kita bersiap-siap dan jangan bergerak sampai lawan telah memukul bola. Ikuti arah bola dan perkirakan di mana bola mendarat.

Jangan memukul saat kaki masih bergeser. Setelah memukul bola, kembali ke sikap berdiri dan posisi semula. Ketika rally berlangsung cepat, kita harus dapat bergerak dan mengambil keputusan dengan cepat pula.

Teknik Melempar Bola

Teknik Melempar Bola Tenis Meja
Teknik Melempar Bola

Melempar bola dilakukan pada saat servis. Bola diletakkan pada telapak tangan yang tidak memegang bat. Telapak tangan terbuka, tidak menggenggam bola.

Empat jari tangan dirapatkan. Bola jangan sampai jatuh atau lepas dari tangan.

Saat servis, bola dilemparkan ke atas. Bola dilemparkan ke atas dengan ketinggian minimal 16 cm. Bola jangan dilemparkan terlalu rendah, juga jangan terlalu tinggi.

Arah lemparan tegak lurus dengan tangan atau miring. Kemiringannya tidak boleh lebih dari 45°. Jika melebihi 45°, maka akan terkena fault. Bola dilemparkan tanpa memberi putaran.

Setelah bola dilemparkan ke atas dan jatuh, bola dipukul dengan bat. Bola harus menyentuh sisi meja server terlebih dahulu sebelum melewati net.

Hal yang perlu diingat saat servis tenis meja adalah:

  • Bola jangan dilemparkan terlalu tinggi.
  • Servis sebaiknya dilakukan dengan putaran dan kecepatan maksimal.
  • Bola diarahkan ke bagian tertentu dari meja.
  • Sebelum melakukan servis, buat rencana terlebih dahulu. Jika ingin agar bola dikembalikan dengan topspin, maka berikan bola topspin. Begitu pula sebaliknya. Walau demikian, kita tidak dapat memaksakan lawan agar bola dikembalikan sesuai keinginan kita. Tapi, hal seperti ini bisa diusahakan.
  • Pastikan bahwa kita dan lawan sudah siap.
  • Pastikan bahwa servis yang kita lakukan sudah benar dan sah.

Teknik Memegang Bat

Bat dapat dipegang dengan berbagai gaya. Pada dasarnya ada dua gaya yang sering digunakan, yaitu:

1. Penhold grip

Teknik memegang bat penhold grip
Teknik memegang bat penhold grip.

Pada gaya penhold grip tenis meja, bat dipegang seperti sedang memegang pensil. Ibu jari dan telunjuk dilingkarkan pada gagang di satu sisi bat. Tiga jari lainnya ditempatkan di sisi yang lain. Ketiga jari ini berfungsi menyokong bat dan membantu kendali pukulan.

Dengan penhold grip, kita hanya dapat menggunakan satu sisi bat untuk memukul bola. Sisi yang dipakai adalah sisi depan dengan ibu jari dan telunjuk. Kunci permainan terletak pada serangan forehand dan gerakan kaki yang gesit.

Penhold grip sering digunakan oleh pemain dari Asia, seperti Cina, Taiwan, Jepang, dan Korea. Pemain asal Cina telah mengembangkan gaya ini agar dapat memukul bola dengan menggunakan kedua sisi bat.

Istilah pukulan tersebut dinamakan reverse penhold backhand.

2. Shakehand grip

Teknik memegang bat shakehand grip
Teknik memegang bat shakehand grip.

Pada gaya shakehand, bat dipegang seperti sedang berjabat tangan. Gagang bat digenggam dengan jari tengah, jari manis, dan jari kelingking.

Ibu jari diletakkan pada sisi bat yang sama dengan ketiga jari tersebut. Ibu jari ini ditempelkan pada daun bat. Jari telunjuk diletakkan pada sisi bat yang lain.

Shakehand grip paling disukai oleh pemain dari luar Asia (bangsa Barat). Meski demikian, kini sudah banyak pemain Asia yang juga menggunakan gaya ini.

Gaya ini memang yang paling umum digunakan oleh pemain tenis meja. Pemain dapat melakukan pukulan forehand dan backhand selama permainan.

3. Seemiller grip

Teknik memegang bat seemiller grip
Teknik memegang bat seemiller grip.

Seemiller grip pertama kali diperkenalkan oleh Danny Seemiller. Gaya pegangan ini merupakan variasi dari shakehand grip.

Ibu jari dan jari telunjuk diletakkan pada sisi bat yang sama. Grip ini memungkinkan pukulan backhand dan forehand dengan memakai sisi bat yang sama.

Teknik Mengayunkan Bat

Saat mengayunkan bat, posisi bat dapat terbuka atau tertutup.

  • Bat terbuka, yaitu jika posisi bat terhadap meja membentuk sudut >90°. Dengan demikian, bola dapat dipukul dari arah bawah.
  • Bat tertutup, yaitu jika posisi bat terhadap meja membentuk sudut <90°. Posisi ini memungkinkan kita untuk memukul bola dari arah atas.

Posisi tangan saat mengayunkan bat dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu forehand dan backhand.

Pada forehand, posisi tangan yang menghadap lawan adalah bagian telapak tangan. Sedangkan pada backhand, posisi tangan yang menghadap lawan adalah bagian punggung tangan.

1. Forehand

Teknik Mengayunkan Bat Forehand
Teknik Mengayunkan Bat Forehand | Remy GROS/PPP/ITTF

  1. Kaki kiri berada di depan dan tubuh menyamping.
  2. Lengan berada di samping tubuh.
  3. Lengan atas dan tubuh membentuk sudut 45°.
  4. Lengan bawah dan lengan atas membentuk sudut 90°.
  5. Siku didorong ke depan.
  6. Ketika melakukan pukulan, bat dalam posisi terbuka.
  7. Bat diayunkan dari belakang ke depan, dan dari atas ke bawah.

2. Backhand

  1. Posisi kaki sejajar dan tubuh menghadap meja.
  2. Lengan berada di depan tubuh.
  3. Lengan bawah dan lengan atas membentuk sudut 45°.
  4. Ketika melakukan pukulan, bat dalam posisi terbuka.
  5. Bat diayunkan dari belakang ke depan dan dari atas ke bawah.

Teknik Memukul Bola Pendek

1. Dropshot

Dropshot tenis meja
Cara melakukan dropshot.

  • Dropshot merupakan jenis pukulan yang mematikan. Bola jatuh hanya beberapa cm di seberang net, dan memantul sedikit.
  • Gunakan pukulan ini ketika Iawan berada jauh dari meja. Jika tidak, maka lawan yang diuntungkan.
  • Dropshot dihasilkan dengan pukulan yang lembut, sehingga bola melayang rendah di atas net.
  • Bola dipukul segera setelah memantul di atas meja.
  • Jika dilakukan dengan backhand, posisi kaki diletakkan sejajar.
  • Jika dilakukan dengan forehand, kaki kiri diletakkan di depan kaki kanan.

2. Flip

Teknik melakukan flip tenis meja
Teknik melakukan flip

  • Pukulan ini juga dikenal dengan istilah harai di Jepang.
  • Flip membutuhkan gerakan pergelangan tangan yang cepat.
  • Pukulan ini menyerupai drive atau loop.
  • Backswing dilakukan dengan ayunan pergelangan tangan yang pendek.

3. Slice

Slice Tenis meja
Teknik melakukan slice.

  • Slice bertujuan untuk menjadikan bola terlalu pendek untuk diserang/dikembalikan.
  • Gerakan slice hampir serupa dengan speed drive.
  • Pukulan ini sangat sederhana, dan biasanya ditujukan untuk menciptakan kesempatan menyerang.
  • Bat memotong di bawah bola, menghasilkan backspin, dan menyebabkan bola melayang dengan lambat ke sisi lain dari meja.
  • Pukulan ini sulit diserang karena bola jatuh.
  • Pukulan ini sebaiknya hanya dilakukan jika lawan terlihat melakukan kesalahan.
  • Jika mengandalkan teknik permainan menyerang, slice hanya dilakukan sebagai variasi saja.

4. Chop/Cut

Chop Tenis Meja
Cara melakukan Chop

  • Chop menyerupai slice.
  • Saat akan memukul, permukaan bat mendatar dan sedikit dimiringkan.
  • Arah pukulan lurus ke bawah.
  • Bat memotong dari bawah bola.
  • Chop menghasilkan backspin. Hal ini menyebabkan bola sulit dikembalikan.
  • Pukulan ini digunakan untuk pertahanan.
  • Chop dapat dilakukan dengan forehand dan backhand.

5. Speed drive

  • Posisi bat tegak lurus terhadap arah pukulan.
  • Kelebihannya adalah pada kecepatan bola, dan bukan putaran bola. Dengan demikian, lawan sulit mengembalikan bola.

6. Loop drive

Pukulan loop drive tenis meja
Cara melakukan pukulan loop drive

  • Pukulan ini digunakan untuk mengembalikan serangan speed drive.
  • Posisi bat hampir sejajar dengan arah pukulan (tertutup).
  • Arah pukulan akan sedikit meliuk.
  • Pukulan ini menghasilkan topspin yang banyak.
  • Ada beberapa variasi putaran dan kecepatan bola.

Pemain dari Cina membedakan loop drive menjadi tiga macam berdasarkan arah bola, yaitu:

  1. Loop
    Loop
     disebut juga sebagai ultra-topspin. Bola meliuk tajam dengan topspin yang banyak. Gerakan bola lambat.
  2. Rush
    Lintasan bola tidak terlalu meliuk seperti pada loop. Keunggulannya adalah topspin yang lebih kuat daripada speed drive.
  3. Hook
    Dengan hook, bola akan memantul ke samping.

7. Push

Push tenis meja
Teknik push

  • Push merupakan pukulan backspin yang dasar.
  • Tujuan push adalah mengembalikan pukulan yang rendah dan dekat.
  • Push digunakan untuk pertahanan.
  • Bola dipukul segera setelah memantul.
  • Posisi bat terbuka untuk menghasilkan backspin. Jika menginginkan backspin yang banyak, maka posisi bat harus sangat terbuka.
  • Usahakan agar bola tetap dalam posisi rendah terhadap net.
  • Push dapat dilakukan dengan forehand dan backhand.

8. Block

  • Pemain dapat memanfaatkan kelemahan lawan dengan menggunakan blocking.
  • Block dilakukan segera setelah bola memantul. Dengan demikian, dapat mempertahankan kecepatan bola yang maksimal.
  • Posisi bat disesuaikan dengan banyaknya topspin. Semakin banyak topspin, maka posisi bat semakin dekat ke badan.
  • Block digunakan jika sudah tidak sempat melakukan full drive atau loop.
  • Arah pukulan bola ditentukan oleh gerak pergelangan tangan.
  • Block dapat dilakukan dengan forehand dan backhand.

9. Smash

  • Smash digunakan untuk pertahanan.
  • Smash dilakukan saat lawan mengembalikan bola terlalu tinggi atau terlalu dekat dengan net.
  • Tujuan smash tenis meja adalah menghasilkan gerakan bola yang sangat cepat. Dengan demikian, lawan sulit mengembalikan bola.
  • Smash dibantu dengan gerakan pinggang, pergelangan tangan, dan lengan bawah.
  • Bola dipukul pada ketinggian maksimal setelah memantul.
  • Smash dapat dilakukan dengan forehand dan backhand.

Teknik Memukul Bola Jauh (Lob)

  • Lob digunakan untuk pertahanan.
  • Lob dapat menghasilkan putaran.
  • Saat melakukan lob, pemain berada sekitar 2,5 – 3 m dari meja.
  • Kedua kaki direnggangkan dari sikap berdiri normal.
  • Tubuh lebih tegak dari sikap berdiri normal.
  • Saat akan memukul, pemain harus berlari dan melompat sedikit untuk meraih bola.
  • Bola dipukul ke arah atas.
  • Ayunan bat harus kuat ke atas.
  • Lengan bawah bergerak cepat ke arah atas.
  • Bola akan melambung cukup tinggi saat melewati net.

Teknik Memutar Bola

Dalam permainan tenis meja, kita dapat memutar bola saat melayang di udara. Putaran ini dikenal dengan istilah spin. Putaran inilah yang membedakan permainan tenis meja dengan permainan bola kecil lainnya.

Ada tiga jenis putaran dalam tenis meja, yaitu:

1. Topspin

Pada topspin, bola bergerak maju dengan arah putaran ke depan. Bagian atas bola berputar menjauh dari kita dan bagian bawah berputar ke arah kita. Bola akan turun dengan cepat.

Untuk menghasilkan topspin, bola dipukul dengan mengayunkan bat ke atas. Bola akan bergerak menukik ketika melayang di atas net, lalu meloncat ke depan dan ke atas ketika memantul di atas meja sebelum menukik Iagi.

Topspin digunakan pada hampir semua jenis pukulan menyerang dan merupakan balasan utama terhadap backspin.

2. Backspin

Teknik Backspin Tenis Meja
Teknik Backspin

Backspin adalah kebalikan dari topspin. Pada backspin, bola bergerak maju dengan arah putaran ke belakang. Bagian atas bola berputar ke arah kita dan bagian bawah berputar menjauh dari kita.

Untuk menghasilkan backspin, bola dipukul dengan gerakan bat ke bawah. Semakin jauh bagian bawah bola dikenai bat, maka semakin banyak putarannya.

Dengan backspin, gerak turun bola lebih lambat dibandingkan topspin. Backspin sering dimanfaatkan untuk pertahanan.

3. Sidespin

Pada Sidespin, bola berputar ke samping kanan atau kiri, tergantung arah pukulan. Bola bergerak mendatar. Untuk menghasilkan Sidespin, bola dipukul dengan gerakan bat dari bagian samping bola.

Bila bola dipukul dari kanan ke kiri, maka bola cenderung bergerak ke sebelah kiri lawan setelah mengenai permukaan meja.

Selain untuk pertahanan dan penyerangan, spin juga dapat digunakan saat melakukan servis. Hasilnya, bola bergerak lebih cepat dan keras.

Dengan spin, bola dapat bergerak meliuk. Spin juga memengaruhi pantulan bola di atas meja.

» Cara melakukan servis dengan topspin

  1. Servis dilakukan dengan sikap berdiri menyamping.
  2. Pegang bat dalam posisi tegak lurus terhadap lantai.
  3. Bola dipukul dari arah bawah ke atas, dengan mengayunkan bat ke arah depan-atas.
  4. Servis ini dapat dilakukan dengan forehand ataupun backhand.

» Servis dengan backspin

  1. Servis dilakukan dengan sikap berdiri menyamping.
  2. Bat dipegang hampir setinggi bahu.
  3. Permukaan bat yang digunakan untuk memukul bola membentuk sudut 45° terhadap lantai.
  4. Bola dipukul dari arah atas ke bawah, dan dari belakang ke depan.
  5. Servis ini dapat dilakukan dengan forehand dan backhand.

» Servis dengan sidespin

  1. Bat diayunkan lewat depan tubuh.
  2. Jika menggunakan forehand, arah putarannya searah jarum jam (dilihat dari atas). Sedangkan jika menggunakan backhand, arah putarannya berlawanan dengan arah putaran jarum jam.

WAJIB BACA